Ratusan Ribu Tautan Grup WhatsApp Beredar di Google
DomaiNesia
Share this:

Ratusan Ribu Tautan Grup WhatsApp Beredar di Google 1

Jurnalis Deutsche Welle Jordan Wildon mendapatkan puluhan ribu tautan kumpulan Grup Wa yang beredar di mesin pencari Google. Salah satu group yang bisa diakses di Google Search berjudul ‘Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Keuangan’ Indonesia.

Tautan berikut bahkan memuat no telepon 14 anggotanya. “Saya memeriksa ribuan group WhatsApp secara online, untuk melacak celah keamanan, tapi yang aku temukan yakni detil tentang kehidupan publik dan spesial semua orang

 

Wildon memilih 1.000 tautan secara acak. Sebanyak 427 di antaranya aktif. Bahkan, meski tidak join bersama group itu, Wildon bisa tahu judul, deskripsi, gambar sampai no telepon anggotanya.

 

Ia khawatir, tautan group WhatsApp yang beredar itu membahayakan pengguna yang data pribadinya ikut tersebar. Apalagi 427 group yang aktif itu mendefinisikan group siswa, peserta pelatihan medis, kampanye politik, bisnis, pornografi, dan pekerja seks.

 

Selain group bertajuk PNS Kemenkeu, Wildon mendapatkan group pendukung Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Ada termasuk group bersama gambaran group teroris dan pornografi pada anak. Bahkan, Analis App Reverse Jane Wong mendapatkan lebih dari 470 ribu tautan group WhatsApp di Google Search. Kata kuncinya yakni ‘site:chat.whatsapp.com’.

 

Kepada Deutsche Welle, WhatsApp mengatakan bahwa perusahaan punya kebijakan terkait pelecehan seksual pada anak. Perusahaan melarang keras pengguna untuk sharing konten yang mengeksploitasi atau membahayakan anak-anak.

Pengembang aplikasi media sosial itu termasuk menangguhkan kurang lebih 250 ribu akun setiap bulan yang dicurigai sharing gambar eksploitasi anak-anak. Tindakan itu berdasarkan laporan pengguna dan semua informasi yang tidak terenkripsi.

WhatsApp termasuk mengatakan alasan perlihatkan no pengguna secara lengkap di grup. “Ini untuk keselamatan pengguna, bersama langkah itu mereka tahu siapa yang akan terima pesan mereka,” kata WhatsApp.

Baca Juga :  Melakukan Pembayaran Mudah Dengan Aplikasi Payroll

 

Juru berbicara Facebook dan WhatsApp Alison Bonny mengatakan, lewat surat elektronik, semua konten yang dibagikan ke saluran publik termasuk group WhatsApp memang bisa ditelusuri. “Pengguna idamkan sharing secara spesial bersama orang yang mereka kenal dan percayai. Itu tidak harusnya diunggah di website website yang bisa diakses publik,” kata dia.

Melalui akun Twitter pribadinya, Public Liaison Search Google Danny Sullivan mengatakan mesin pencari seperti Google Search memang bisa mencantumkan halaman atau tautan dari publik.

“Itulah yang berlangsung di sini. Tidak ada bedanya bersama kasus apa pun di mana website mengizinkan URL untuk didaftar secara publik,” kata dia. Di Indonesia, WhatsApp merupakan keliru satu aplikasi media sosial yang paling banyak digunakan.

 

Hosting Unlimited Indonesia

Haggai Raharjo

Blogger. Pop art enthusiast. Professional traveler. Meme evangelist. Gamer musiman.