Cari Tahu Penanaman Pinang yang Baik Agar Hasil Maksimal

DomaiNesia
Share this:
penanaman pinang

 

Penanaman pinang – Pinang dalam bahasa Inggris disebut betel nut atau pohon pinang, nama latinnya adalah Areca catechu. Pohon pinang termasuk dalam kelompok famili Arecaceae dalam ordo Pinang dan monokotil atau merupakan bagian dari tumbuhan berkeping satu.

Pinang merupakan tanaman tropis yang lebih sensitif dibandingkan tanaman tropis lainnya. Buah pinang mudah dikeringkan. Untuk pertumbuhan maksimal, pohon pinang harus ditanam di tanah liat / lempung yang dialiri air dengan baik.

Selama ribuan tahun, buah ini telah dianggap sebagai obat, terutama di Mesir dan India. Dewasa ini di banyak negara buah pinang digunakan sebagai anthelmintik (obat cacingan), obat eksim, pereda nyeri sakit gigi, dll.

Sebagai contoh, di beberapa daerah di Indonesia, di sebuah Kabupaten di Malaka, pinang dimakan langsung dalam bentuk buah pinang (nyirih: merah). Biasanya daun sirih dimakan dengan jeruk nipis. Beberapa orang mencampurnya dengan buah pinang dan tembakau agar lebih enak.

Artikel lain yang mungkin anda tertarik Manfaat Pemberian Tawas Pada Pengolahan Air Minum Untuk Usaha Menjernihkan Air

Beberpa hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman pinang

penanaman pinang

Seperti kelapa, pinang juga ditanam dari buah-buahan. Standar buah yang dapat dijadikan benih harus sudah tua dan dalam kondisi baik. Cara menyemai buah hanya perlu ditempatkan di kantong plastik atau kantong plastik polybag. Simak uraian dibawah ini:

1. Memilih Lahan

Biasanya, tanah di mana penanaman pinang akan ditaburkan dibagi menjadi dua kelompok: yang pertama dan yang kedua.

Tanah yang baik untuk berkebun pinang adalah gambut halus atau tanah gambut tua dan humus. Pasalnya, tanah tersebut banyak mengandung unsur organik selama budidaya pinang. Tanah ini disebut tanah golongan pertama.

Jenis tanah kedua adalah lempung berpasir, tanah kuning-merah dan pasir kuning-merah. Kandungan pasir tidak boleh melebihi 25%. Jenis tanah kedua akan membutuhkan sejumlah besar pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang.

Hindari penggunaan lahan kerikil berwarna kuning, merah dan berbatu karena jenis lahan ini tidak cocok untuk ditanami kelapa sawit (penang). Tanaman berkayu seperti mangga, alpukat, durian, karet, pala, asam jawa, cengkeh, gaharu, dll masih bisa tumbuh di tanah berbatu ini.

Usahakan level lahan di ketinggian 1 hingga 1300 mdpl, karena di ketinggian ini tanaman pinang tumbuh optimal. Pekerjaan penanaman dilakukan pada awal atau pertengahan musim hujan.

2. Mempersiapkan Lahan

Buang semak dan gulma dari tanah dimana tempat penanaman pinang secara mekanis atau dengan herbisida. Untuk kelompok tanah pertama, buat patok utama dengan jarak 3 meter. Luas bidang tanah kelompok kedua adalah 2,75 meter. Di kedua sisi daratan.

Jarak tiang utama dari batas tanah atau pembatas adalah 1,5 meter. Dengan mempertimbangkan kondisi tanah, semakin subur tanah maka semakin padat kerapatan jarak tanamnya.

Kemudian tanamkan bibit pohon pinang pada jarak 3 x 3 meter atau 2,75 x 2,75 meter. Aturan penempatan pilar dirumuskan dengan bujur sangkar atau barisan prajurit.

Gali lubang tanam. Kelompok tanah pertama berukuran 30 x 30 x 30 cm, dan kelompok tanah kedua berukuran 50 x 50 x 50 cm. Tanah galian bagian atas dipisahkan dengan tanah galian bawah. Biarkan lubang digali selama seminggu.

Baca Juga :  Cara Membuat Jasuke Coklat Enak, Mudah dan Praktis

Karena diperlukan adaptasi atau aklimatisasi untuk menanam bibit penanaman pinang, maka galian dibiarkan selama kurang lebih satu minggu. Jika perlu, bibit ditempatkan di sebelah kebun.

Campurkan tanah galian dengan 3 kg pupuk organik, 200 gram dolomit dan 100 gram pupuk mineral fosfat pada tanah kelompok pertama. Sedangkan kelompok kedua tanah galian dicampur dengan 5 kg pupuk organik, 100 gram dolomit dan 100 gram pupuk fosfat.

Masukkan campuran media tanam ke dalam lubang tanam dan tanam pinang tegak. Kedalaman bola benih sama dengan tinggi permukaan media tanam di lubang tanam.

Permukaan lubang tanam 7-10 cm di bawah permukaan tanah pada kelompok kedua, dan pada tanah kelompok pertama merata di atas areal tanam.

3. Pemilihan Bibit

Bibit pinang dipilih sebagai bibit yang sehat dan ditanam di bawah sinar matahari langsung. Jangan menyemai benih yang tumbuh langsung di tempat teduh.

Bibit yang ditanam di paraneta/teduh cenderung stress dan tidak tahan terhadap sinar matahari langsung. Jadi bibit ini akan mudah gosong daunnya karena terkena sinar matahari langsung.

Jika Anda terus menggunakan benih jenis ini, Anda harus menyesuaikannya terlebih dahulu selama minimal 2 bulan. Jadi cobalah untuk menemukan biji pinang yang ditanam dan digunakan di bawah sinar matahari langsung.

Keunggulan budidaya tanaman pinang ini adalah dapat dipadukan dengan tanaman palawija, sayuran, bumbu rimpang, ubi jalar, singkong, dll.

4. Pengendalian Gulma

Karena gulma dan hama umum terjadi di perkebunan pinang, maka perlu dikendalikan. Gulma dan hama menyebabkan penyakit pada buah pinang itu sendiri.

Oleh karena itu, ketika tanaman pinang rentan terhadap penyakit, mereka tidak akan tumbuh secara optimal dan pertumbuhannya akan terganggu. Bahkan bisa membunuh tanaman pinang.

5. Pemupukan Tanaman Pinang

Pemupukan dari usia 6 bulan hingga 3 tahun: Campurkan 2 kg pupuk organik dan 200 gram pupuk NPK dalam dua tumpukan di kedua sisi akar tanaman penanaman pinang. Jangan menyebarkan pupuk. Lakukan setiap 6 bulan sekali, yaitu pada awal dan akhir musim hujan.

Jika berumur 3 tahun atau lebih (sampai penanaman kembali), berikan 5 kg pupuk organik dan 300 g pupuk NPK setiap 6 bulan.

Baca Juga : Penyulingan Air Laut Dengan Metode Desalinasi RO

Masa Panen Buah Pinang

Setelah penanaman pinang selesai, tanaman pinang mulai berbuah pada umur 4 tahun. Dan mulai berbuah secara normal pada usia 6 tahun. Usia maksimal adalah 35 tahun. Hasil buah sangat tergantung pada kesesuaian tanah dan iklim, termasuk pemupukan dan nasib petani.

Buah pinang kuning atau jingga tua dapat dipanen dengan cara memotong buahnya dengan sabit (menggunakan batang bambu).

Buah pinang tersebut kemudian dijemur selama 14 hari kemudian dikupas dengan mesin pembelah pinang, keringkan bijinya selama 3-4 hari.

Dibandingkan dengan perkebunan kelapa sawit atau karet, hasil pinang jauh lebih tinggi. Mudah tumbuh, tidak banyak hama dan penyakit seperti kelapa sawit dan karet.

Selanjutnya artikel menarik lainnya Mengenal Kopra Kelapa dan Produk Turunannya

Hosting Unlimited Indonesia