Kenapa Meteor Bisa Jatuh Ke Bumi ?
DomaiNesia
Share this:

Belum lama ini warga digemparkan dengan batu meteor yang menimpa rumah warga di Dusun 5, Kampung Astomulyo, Punggur, Lampung Tengah. Para peneliti sendiri sudah memastikan, batu hitam tersebut merupakan meteorit.

Kenapa Meteor Bisa Jatuh Ke Bumi? 1

Dosen Sains Atmofer dan Keplanetan Itera Robiatul Muztaba mengatakan, penelitian tahap awal menggunakan mahnet, mengukur volume dan memastikan batu tersebut merupakan batu meteor. “Itera telah mengambil sample batu tersebut untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terkait apa saja yang ada dalam kandungan batu tersebut,” katanya.

 

Lalu bagaimana batu meteor bisa jatuh ke Bumi?

 

Dikutip dari Tujuh berita , hujan meteor merupakan salah satu fenomena alam langka yang jarang terjadi. Ada beberapa faktor yang membuat hujan meteor menerjang bumi. salah satunya ketika lintasan atau orbit komet bertemu dengan orbit Bumi.

Ketika komet melintas dekat bumi akan menimbulkan tekanan besar sehingga akan menimbulkan jumlah meteor yang masuk ke ke bumi meningkat drastis. Peningkatan drastis ini yang mengakibatkan meteor kehilangan daya mempertahankan posisinya di orbit sehingga dapat menimbulkan hujan meteor di sebagian wilayah Bumi.

Meskipun jatuh ke Bumi, biasanya meteor tidak langsung jatuh karena meleleh ketika melewati atsmosfer bumi. Hanya meteor yangn cukup besar yang bisa menyentuh permukaan bumi. Bahkan, saking besarnya meteor yang jatuh menciptakan kawah seperti yang pernah terjadi di Arizona Amerika Serikat.

 

Sayangnya, hujan meteor hanya dapat disaksikan oleh sebagian wilayah di bumi. Ada beberapa jenis hujan meteor, tergantung dari konstelasi bintangnya.

Hujan meteor Perseid berada di titik radian konstelasi Perseus sehingga dinamai Perseid. Hujan meteor ini biasanya terlihat di wilayah Bumi belahan utara di musim panas.

Baca Juga :  Lagu Jazz Terbaik yang Mengisi Playlist

 

Biasanya hujan meteor Perseid akan terlihat sekitar pertengahan Juli-Agustus. Puncak hujan meteor Perseid ditahun 2021 ini akan terjadi pada 13 Agustus mendatang dengan intensitas mencapai 150 meteor per jam.

Selanjutnya, hujan meteor Quadrantid yang puncaknya akan terjadi di Indonesia pada 4 Januari mendatang. Hujan meteor ini akan terjadi mulai 12 Desember-12 Januari 2021 dengan intensitas mencapai 120 meteor per jam.

 

Hujan meteor Lyrid akan terjadi pada 16-26 April 2021 dengan intensitas 18 meteor perjam. Puncak dari hujan metero Lyrid terjadi sekitar tanggal 22 April. Sedangkan hujan meteor Geminid terjadi sekitar 4-7 Desember 2021 dengan intensitas mencapai 120 meteor per jam. Puncak dari hujan meteor Geminid diperkirakan pada 14 Desember 2021.

 

Selanjutnya, hujan meteor yang diperkirakan akan terlihat di Indonesia meliputi, hujan meteor Eta Auarid (6 Mei 2021), Delta Aquarid (30 Juli 2021), Draconid (8 Oktober 2021), Taurid Selatan (10 Oktober 2021), Orionid (21 oktober 2021), Taurid Utara (12 November 2021), Leonid (18 November 2021), dan Ursid (23 Desember 2021).

Hosting Unlimited Indonesia

Haggai Raharjo

Blogger. Pop art enthusiast. Professional traveler. Meme evangelist. Gamer musiman.